5 Stadion Paling Bising di Dunia, Salah Satunya Kandang Liverpool

5 Stadion Paling Bising di Dunia, Salah Satunya Kandang Liverpool

Tim sepak bola tiada artinya tanpa adanya dukungan dari suporter. Itu juga berlaku untuk tim-tim top Eropa seperti Manchester United, Liverpool, Real Madrid, Barcelona, AC Milan hingga Juventus.

Suporter dianggap sebagai pemain ke-12 bagi tim saat bermain di kandang. Mereka kerap memberikan dukungan yang membuat semangat pemain naik berlipat-lipat.

Selain itu, aksi intimidasi kepada tim lawan membuat tim tamu bisa kena mental saat berlaga. Tentu para suporter ini harus militan dan memberikan dukungan selama 90 menit.

Bak seorang pemain yang tengah bertarung di lapangan, para suporter tersebut juga tidak kenal lelah memberikan dukungannya. Meski timnya tertinggal, mereka tetap berteriak lantang memberi dukungan.

Dari ratusan suporter yang lantang berteriak ini, ada sejumlah stadion yang paling berisik di dunia. Stadion ini selalu ramai ketika timnya berlaga dan para suporter ini selalu berisik saat memberikan dukungan.

Berikut 5 stadion paling berisik di dunia, salah satunya milik Liverpool. Mari langsung kita simak.

5. Anfield (Liverpool)

Selama bertahun-tahun, Anfield tetap menjadi salah satu stadion terbaik di dunia dalam kategori jumlah kehadiran penonton, popularitas, dan status. Terutama untuk tribune yang bernama stand Kop.

Kop merupakan stand tingkat tunggal terbesar di dunia. Tribune ini menampung ribuan pendukung tuan rumah yang paling vokal dan bersemangat yang biasa dikenal publik sebagai Kopites.

Dalam survei 2011 oleh Fan Chants, terungkap bahwa kebisingan pendukung Liverpool mencapai level 97 desibel. Angka ini lebih unggul dari rival mereka yakni Manchester United yakni 94 desibel.

4. Stadion San Paolo (Napoli)

Dengan kapasitas 60.240, Stadio San Paolo adalah stadion sepak bola terbesar ketiga di Italia, hanya kalah dari San Siro dan Stadio Olimpico. Jadi tidak mengherankan penggemar Napoli adalah salah satu yang paling berisik di dunia.

Pengunjung ke kota Naples biasanya berkomentar bagaimana seluruh kota tampaknya bergetar ketika ada pertandingan berlangsung di Stadion San Paolo. Napoli begitu ditakuti ketika lawan harus bermain di kandang mereka.

Para Ultras Napoli tidak berhenti bernyanyi saat tim kebanggaannya berlaga. Kini, Stadion San Paolo berganti nama menjadi Stadion Diego Armando Maradona setelah kematian legenda Napoli dan Argentina itu.

3. Westfalen Stadion (Borussia Dortmund)

Klub Bundesliga, Borussia Dortmund, tidak hanya merupakan tim raksasa dengan segudang prestasi. Mereka juga masuk ke jajaran klub yang memiliki jumlah suporter terbanyak di dunia.

Kebisingan juga terus terjadi saat Borussia Dortmund berlaga di Westfalen Stadion atau dikenal dengan nama Signa Iduna Park. Asal suara bising ini berawal dari South Bank yang merupakan satu sisi dari empat tribune di dalam stadion.

South Bank memiliki kapasitas 24.454 penonton dan selalu terisi penuh meski mereka harus berdiri. Suporter Dortmund juga memenuhi stadion lawan meski saat itu timnya berlaga di kandang lawan.

2. Stadion Inonu (Besiktas)

Stadion Inonu di Istanbul hanya memiliki kapasitas 32.145. Jumlah tersebut memang sangat kecil dibandingkan dengan stadion kandang klub-klub besar Eropa.

Meski kecil, namun para suporter selalu memenuhi stadion saat Besiktas berlaga di Liga Turki maupun Liga Champions. Bahkan kebisingan mereka paling tinggi mencapai 132 desibel saat Besiktas melawan Liverpool, yang tentu lebih keras dari suara pesawat terbang.

Kenyaringan di Stadion Inonu juga membuat kiper Manchester United Ben Foster ketakutan saat menghadapi Besiktas. Penyebabnya, karena instruksi darinya maupun rekan setim hingga pelatih tidak terdengar.

1. Turk Telecom Arena (Galatasaray)

Tidak hanya saat big match, kebisingan selalu terjadi setiap Galatasaray berlaga di Turk Telecom Arena. Kebisingan yang mencapai 132 desibel di stadion ini juga tercatat di Guinness World Records.

Pemain Manchester United selalu mengalami mimpi buruk saat harus bermain ke kandang ke Galatasaray. Para penggemar menyambut mereka dengan spanduk “selamat datang di neraka” dan “Hei Man United, ini adalah 48 jam terakhir Anda”.

Begitulah permusuhan di lapangan sehingga petugas polisi dengan perlengkapan anti huru hara dikerahkan untuk melindungi para pemain dari kerumunan. Jika Anda berkunjung ke stadion ini saat laga Galatasaray, maka Anda harus siap menjaga kesehatan gendang telinga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.