Dipaksa Mbappe Tinggalkan PSG? Pochettino Berikan Klarifikasi

Dipaksa Mbappe Tinggalkan PSG? Pochettino Berikan Klarifikasi

Eks manajer PSG, Mauricio Pochettino akhirnya buka suara setelah meninggalkan klub beberapa pekan lalu. Dia menegaskan tidak ada masalah apa pun di level internal.

Pemecatan Pochettino memang sempat dipergunjingkan. Diduga, Pochettino jadi korban kewenangan ekstra yang diberikan pihak klub kepada Kylian Mbappe.

Sebelumnya, PSG berusaha mati-matian untuk mempertahankan penyerang Prancis tersebut. Mereka sampai membayar mahal supaya Mbappe mau meneken kontrak baru berdurasi 3 tahun dengan sejumlah bonus ekstra.

Bahkan, kabarnya Mbappe diberi kebebasan untuk memilih pemain dan pelatih yang dirasa tepat untuk proyek PSG. Jadi, karena itulah muncul gosip bahwa Mbappe tidak puas dengan Pochettino dan ingin dia dilepas.

Bantahan Pochettino

Setelah sekitar sebulan berlalu, Pochettino akhirnya coba angkat bicara. Dia menegaskan bahwa tidak ada masalah apa pun dengan Mbappe dan tidak ada kewenangan ekstra yang diberikan klub kepada Mbappe.

“Menurut saya PSG telah melakukan segalanya untuk mempertahankan Kylian dan saya pun setuju dengan itu. Dia adalah salah satu pemain terbaik di dunia sepak bola modern,” ujar Pochettino.

“PSG punya sumber daya untuk meyakinkan dia bertahan. Namun, saya kira bukan Kylian yang mendesain proyek baru klub itu [agar Pochettino pergi].”

“Mereka yang punya kekuasaan, dalam hal ini presiden klub, yang merasa bahwa klub membutuhkan proyek baru,” imbuhnya.

Pengalaman berharga

Di level pribadi, Pochettino mengaku mendapatkan pengalaman luar biasa dengan melatih PSG. Dia mungkin pergi dengan cara buruk, tapi tidak ada masalah apa pun dengan pihak klub.

“Dari sudut pandang keolahragaan, kami telah menjuarai Piala Liga, Piala Super, dan Liga dalam waktu satu setengah tahun. Namun, jelas bahwa proyek PSG adalah untuk menjuarai Liga Champions,” kata Pochettino.

“Oleh sebab itu, tidak menjuarai Liga Champions akan selalu disebut sebagai kegagalan. Dalam kasus saya, itu kegagalan 50 tahun, bukan hanya musim lalu,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.